Jabatan Fungsional

Jabatan Fungsional dan Tunjangan Fungsional

Tunjangan Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten

Berikut daftar tunjangan jabatan fungsional pemeriksa paten sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten Dan Pemeriksa Merek

download Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten Dan Pemeriksa Merek

JABATAN FUNGSIONAL JENJANG JABATAN BESARNYA TUNJANGAN
Pemeriksa Paten Pemeriksa Paten Madya Rp.  1.100.000,00
Pemeriksa Paten Muda Rp.      750.000,00
Pemeriksa Paten Pertama Rp.     300.000,00


 

Tunjangan Jabatan Fungsional Pemeriksa Merek

Berikut daftar tunjangan jabatan fungsional pemeriksa merek sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten Dan Pemeriksa Merek

download Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pemeriksa Paten Dan Pemeriksa Merek

No JABATAN FUNGSIONAL JENJANG JABATAN BESARNYA TUNJANGAN
1. Pemeriksa Merek Ahli Pemeriksa Merek Madya Rp.     900.000,00
Pemeriksa Merek Muda Rp.     550.000,00
Pemeriksa Merek Pertama Rp.     300.000,00
2. Pemeriksa Merek Terampil Pemeriksa Merek Penyelia Rp.     525.000,00
Pemeriksa Merek Pelaksana Lanjutan Rp.     265.000,00
Pemeriksa Merek Pelaksan Rp.     240.000,00

Tunjangan Jabatan Fungsional Diplomat

Berikut daftar tunjangan jabatan fungsional diplomat sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Diplomat

download Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2008 Tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Diplomat.

JABATAN FUNGSIONAL

JENJANG JABATAN

BESARNYA TUNJANGAN

DIPLOMAT Diplomat Utama Rp.  1.400.000,00
Diplomat Madya Rp.  1.200.000,00
Diplomat Muda Rp.     800.000,00
Diplomat Pertama Rp.     400.000,00

Tunjangan Jabatan Fungsional Satuan Polisi Pamong Praja

tunjangan jabatan fungsional satuan polisi pamong praja tidak diatur sama untuk semua daerah di Indonesia. sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja, pada Pasal 7 ayat (2) disebutkan:

Polisi Pamong Praja dapat diberikan tunjangan khusus sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

download Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Satuan Polisi Pamong Praja.

Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Di Daerah

Berikut daftar besarnya tunjangan jabatan fungsional pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah menurut PERPRES No 4 Tahun 2012.

download PERPRES No 4 Tahun 2012

download lampiran PERPRES No 4 Tahun 2012

JABATAN FUNGSIONAL JENJANG JABATAN BESARNYA TUNJANGAN
Pengawas Pemerintahan Pengawas Pemerintahan Madya Rp.     900.000,00
Pengawas Pemerintahan Muda Rp.     600.000,00
Pengawas Pemerintahan Pertama Rp.     300.000,00

Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi

Berikut tunjangan jabatan fungsional pengawas radiasi menurut Perpres No. 168 Tahun 2014.

klik di sini untuk download Perpres No. 168 Tahun 2014

JABATAN FUNGSIONAL JENJANG JABATAN BESARNYA TUNJANGAN
Pengawas Radiasi Pengawas Radiasi Utama Rp. 1.400.000,00
Pengawas Radiasi Madya Rp. 1.200.000,00
Pengawas Radiasi Muda Rp.     800.000,00
Pengawas Radiasi Pertama Rp.     500.000,00
Pengawas Radiasi Penyelia Rp.     500.000,00
Pengawas Radiasi Pelaksana Lanjutan Rp.     425.000,00
Pengawas Radiasi Pelaksana Rp.     350.000,00
Pengawas Radiasi Pelaksana Pemula Rp.     300.000,00

Tunjangan Jabatan Fungsional Khusus (Tertentu)

Tunjangan fungsional khusus (tertentu) memang lebih besar dibandingkan fungsional umum, hal ini pula yang menjadi daya tarik fungsional khusus.

Berikut daftar beberapa tunjangan jabatan fungsional khusus (tertentu), jenis tunjangan jabatan fungsional yang lain juga bisa di lihat di sini:

Jabatan Fungsional Jenjang Jabatan Besaran Tunjangan Keterangan
Pengawas Radiasi Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 168 Tahun 2014
Pelaksana  Rp 350,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 425,000
Penyelia  Rp 500,000
Pertama  Rp 500,000
Muda  Rp 800,000
Madya  Rp 1,200,000
Utama  Rp 1,400,000
Penyuluh Perikanan Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 169 Tahun 2014
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 780,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 960,000
Madya  Rp 1,260,000
Utama  Rp 1,500,000
Pengendali Ekosistem Hutan Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 168 Tahun 2014
Pelaksana  Rp 350,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 425,000
Penyelia  Rp 500,000
Pertama  Rp 500,000
Muda  Rp 800,000
Madya  Rp 1,200,000
Auditor Pelaksana  Rp 300,000 Perpres No. 5 Tahun 2014
Pelaksana Lanjutan  Rp 400,000
Penyelia  Rp 500,000
Pertama  Rp 450,000
Muda  Rp 700,000
Madya  Rp 1,100,000
Utama  Rp 1,400,000
Analis Pasar Hasil Pertanian Pelaksana  Rp 300,000 Perpres No. 6 Tahun 2014
Pelaksana Lanjutan  Rp 350,000
Penyelia  Rp 450,000
Pertama  Rp 400,000
Muda  Rp 650,000
Madya  Rp 900,000
Penyuluh Keluarga Berencana Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 26 Tahun 2014
Pelaksana  Rp 325,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 375,000
Penyelia  Rp 450,000
Pertama  Rp 400,000
Muda  Rp 650,000
Madya  Rp 950,000
Penyuluh Kehutanan Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 171 Tahun 2014
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 780,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 960,000
Madya  Rp 1,260,000
Utama  Rp 1,500,000
Jaksa Ajun Jaksa Madya  Rp 2,400,000 Perpres No. 117 Tahun 2014
Ajun Jaksa  Rp 3,000,000
Jaksa Pratama  Rp 3,600,000
Jaksa Muda  Rp 4,200,000
Jaksa Madya  Rp 6,000,000
Jaksa Utama Pratama  Rp 7,000,000
Jaksa Utama Muda  Rp 8,000,000
Jaksa Utama Madya  Rp 9,000,000
Jaksa Utama3  Rp                     10,000,000
Penyuluh Pertanian Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 780,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 960,000
Madya  Rp 1,260,000
Utama  Rp 1,500,000
Pengendali Organisme
Pengganggu Tumbuhan
Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 660,000
Pertama  Rp 510,000
Muda  Rp 870,000
Madya  Rp 1,140,000
Pengawas Benih
Tanaman
Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 720,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 900,000
Madya  Rp 1,200,000
Pengawas  Bibit Ternak Pelaksana  Rp 360,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 720,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 900,000
Madya  Rp 1,200,000
Pengawas Mutu Pakan Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 720,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 900,000
Madya  Rp 1,200,000
Medik Veteriner Pertama  Rp 540,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Muda  Rp 1,080,000
Madya  Rp 1,350,000
Utama  Rp 1,560,000
Paramedik Veteriner Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 16 Tahun 2013
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 480,000
Penyelia  Rp 810,000
Analis Kepegawaian Pelaksana  Rp 330,000 Perpres No. 17 Tahun 2013
Pelaksana Lanjutan  Rp 420,000
Penyelia  Rp 600,000
Pertama  Rp 480,000
Muda  Rp 840,000
Madya  Rp 1,080,000
Polisi Kehutanan Pelaksana Pemula  Rp 300,000 Perpres No. 18 Tahun 2013
Pelaksana  Rp 360,000
Pelaksana Lanjutan  Rp 510,000
Penyelia  Rp 840,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 1,140,000
Madya  Rp 1,380,000
Penata Ruang Pertama  Rp 540,000 Perpres No. 20 Tahun 2013
Muda  Rp 960,000
Madya  Rp 1,260,000
Pranata
Laboratorium
Pendidikan
Pelaksana  Rp 360,000 Perpres No. 21 Tahun 2013
Pelaksana Lanjutan  Rp 450,000
Penyelia  Rp 780,000
Pertama  Rp 540,000
Muda  Rp 960,000
Madya  Rp 1,260,000
Pengembang
Teknologi
Pembelajaran
Pertama  Rp 540,000 Perpres No. 22 Tahun 2013
Muda  Rp 1,020,000
Madya  Rp 1,320,000
Pustakawan Pelaksana  Rp 350,000 Perpres No. 71 Tahun 2013
Pelaksana Lanjutan  Rp 420,000
Penyelia  Rp 700,000
Pertama  Rp 520,000
Muda  Rp 800,000
Madya  Rp 1,100,000
Utama  Rp 1,300,000
Pamong Belajar Pertama  Rp 500,000 Perpres No. 72 Tahun 2013
Muda  Rp 750,000
Madya  Rp 1,000,000
Penilik Pertama  Rp 500,000 Perpres No. 72 Tahun 2013
Muda  Rp 800,000
Madya  Rp 1,100,000
Utama  Rp 1,300,000

Penyesuaian / Inpassing Struktural ke Fungsional

Pada momen-momen tertentu biasanya dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama diberikan kesempatan penyesuaian / inpassing jabatan struktural ke jabatan fungsional dalam suatu organisasi pemerintahan. Pada saat-saat tersebut para pejabat struktural harus memilih antara jabatan struktural atau fungsional.

Tak jarang dari mereka akan memilih inpassing karena tidak harus mengumpulkan angka kredit dari nol, dengan inpassing mereka bisa langsung pindah dari struktural ke fungsional dengan pangkat/golongan yang sama persis.

sebagaimana yang lagi ngeten sekarang bahwa jabatan struktural akan dilelang pada periode politik berikutnya (biasanya 5 tahunan). Beberapa pejabat akan memilih untuk inpassing ke fungsional dan akan mengikuti seleksi lelang jabatan (open bidding) pada periode selanjutnya.

langkah ini dilakukan salah satunya untuk jaga-jaga apabila tidak mendapatkan jatah jabatan struktural, maka jabatan fungsional yang didapatkan juga setara, sehingga tunjangan yang diperoleh pun akan setara, terutama dalam era renumerasi nilai tunjangan kinerja akan berbeda antara fungsional umum dan fungsional khusus (tertentu).

 

 

Pilih Jabatan Fungsional atau Jabatan Struktural?

Bagi sebagian orang yang memiliki kesempatan, terkadang dibingungkan oleh dua jenis pilihan jabatan, yaitu jabatan struktural atau jabatan fungsional. Bukan merupakan hal yang mudah bila kita diharuskan memilih antara jabatan struktural dan jabatan fungsional. Mari kita lihat perbedaan definisinya:

  1. Jabatan Fungsional: merupakan jabatan teknis yang tidak terdapat dalam struktur hierarki organisasi, tetapi sesuai daengan namanya fungsinya sangat diperlukan dalam pelaksanaan tupoksi suatu organisasi pemerintahan, misalnya: dokter, guru, perawat, peneliti, dosen, pengawas radiasi, dan lain sebagainya (bisa dilihat di daftar ini).
  2. Jabatan Struktural, merupakan jabatan yang tercantum dalam struktur hierarki organisasi pemerintahan. dari yang tinggi (Eselon 1/a) hingga yang terendah (Eselon IV/b), misalnya: Deputi, Kepala Biro, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Desa, dan lain-lain (dapat dilihat pada daftar ini).

yang mungkin akan membuat anda bingung (bagi yang harus memilih) kedua jenis jabatan ini tidak boleh dirangkap. Ada kelebihan dan kekurangan dalam setiap pilihan jabatan karier (jabatan fungsional dan struktural):

Berikut beberapa keuntungan bila kita mengkuti Jabatan Fungsional:

  1. Aspek kesejahteraan, pemilik jabatan fungsional akan mendapat tunjangan fungsional yang besarnya bervariasi sesuai dengan jenis jabatan fungsional. Semakin tinggi jabatan fungsional tentu saja tunjangannya semakin tinggi.
  2. peluang memperoleh kepangkatan lebih tinggi.
  3. peluang memperoleh kenaikan pangkat/golongan lebih cepat.
  4. motivasi lebih untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan sesuai dengan Jabatan Fungsional yang diikuti.
  5. peluang untuk mengembangkan gagasan/ide kreatif lebih luas.

Beberapa keuntungan bila kita mengikuti Jabatan Struktural:

  1. Tugas dan wewenang yang lebih luas (sesuai dengan jabatannya)
  2. Prestise yang lebih tinggi dibandingkan dengan jabatan fungsional, pejabat struktural selalu memiliki bawahan, berbeda dengan pejabat fungsional yang tidak memiliki bawahan.
  3. kesempatan managerial, bagi anda yang suka memanage orang maka anda lebih tepat berada pada jabatan strukural, tapi perlu diketahui managerial merupakan kelebihan dan kekurangan jabatan struktural, karena orang tidak bisa diatur/dimanage sebagaimana mesin, perlu kemampuan atau seni untuk melakukannya.

Jabatan Struktural

Jabatan Struktural adalah jabatan yang tercantum dalam struktur hierarki organisasi pemerintahan. dari yang tinggi (Eselon 1/a) hingga yang terendah (Eselon IV/b), misalnya: Deputi, Kepala Biro, Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Desa.

jabatan_struktural

Adapun syarat Jenjang Pangkat, Golongan/Ruang untuk Menduduki Jabatan Struktural dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Syarat Pangkat Jabatan Struktural